Sagaranten 02 Januari 2026 – Desa Sagaranten, Kecamatan Ciwaru, Kabupaten Kuningan, tidak hanya dikenal dengan kekompakan masyarakat dan semangat pembangunannya, tetapi juga menyimpan potensi seni dan keterampilan luar biasa dari sumber daya manusianya. Salah satunya datang dari Urip Ropika, S.Pd.I, yang merupakan perangkat Desa Sagaranten, yang diam-diam memiliki bakat fantastis dalam bidang ukir kayu dan kerajinan tangan tradisional, termasuk produksi senjata tradisional khas berupa golok.
Di balik kesehariannya sebagai abdi pelayanan masyarakat desa, Urip Ropika ternyata telah lama menekuni dunia kerajinan tangan. Dengan ketekunan, kesabaran, dan kecintaan terhadap seni tradisional, ia mampu menciptakan berbagai karya ukiran kayu bernilai seni tinggi, mulai dari motif tradisional hingga ukiran bernuansa filosofis yang sarat makna budaya.
Tidak hanya terbatas pada ukiran kayu, Urip Ropika juga memiliki keahlian khusus dalam membuat dan memproduksi golok, sebuah warisan budaya yang menjadi identitas masyarakat Sunda. Proses pembuatan golok yang ia tekuni dilakukan secara manual, mulai dari pemilihan bahan, pembentukan bilah, hingga pembuatan gagang dan sarung yang kerap dipadukan dengan ukiran kayu khas.
Kerajinan golok yang dihasilkan Urip Ropika dikenal dengan nama Produk Golok “Ki Arasoma”, yang mencerminkan nilai-nilai kearifan lokal, keteguhan karakter, serta filosofi keperkasaan yang dibalut dengan seni dan etika budaya. Produk ini tidak hanya memiliki fungsi praktis, tetapi juga nilai estetika dan historis yang tinggi.
Keterampilan Urip Ropika tersebut dibenarkan oleh Samsi Nugraha, PCPM (Pimpinan Cabang Pemuda Muhammadiyah) Kecamatan Ciwaru, yang akrab disapa Aci. Ia mengungkapkan bahwa sosok yang sering disapa Pa Bihi itu memang telah lama dikenal sebagai pengrajin yang konsisten menghasilkan karya-karya ukiran dan golok berkualitas.
“Saya membenarkan bahwa Pa Bihi memang sering membuat ukiran-ukiran kayu dan memproduksi golok. Bahkan sudah cukup lama beliau menekuni kerajinan tersebut, dan hasil karyanya sangat rapi serta memiliki ciri khas tersendiri, khususnya pada produk Golok Ki Arasoma,” ujar Samsi Nugraha (Aci).
Keahlian yang dimiliki Urip Ropika menjadi bukti bahwa potensi besar dapat tumbuh dari desa, bahkan dari sosok perangkat desa yang selama ini lebih dikenal sebagai pelayan administrasi dan pemerintahan. Bakat dan keterampilan tersebut sekaligus menjadi aset budaya yang patut dijaga, dikembangkan, dan dipromosikan agar dapat memberikan nilai tambah, baik secara ekonomi maupun pelestarian budaya lokal.
Pemerintah Desa Sagaranten menyambut baik dan memberikan apresiasi atas keterampilan serta dedikasi Urip Ropika dalam melestarikan seni ukir kayu dan kerajinan tradisional golok. Hal ini sejalan dengan semangat desa dalam mendorong kreativitas masyarakat, pengembangan UMKM, serta pelestarian kearifan lokal sebagai bagian dari pembangunan desa berbasis budaya.
Dengan adanya figur seperti Urip Ropika, Desa Sagaranten diharapkan mampu menjadi salah satu pusat tumbuhnya perajin lokal yang tidak hanya menjaga tradisi, tetapi juga mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman tanpa meninggalkan jati diri budaya.
Ke depan, keterampilan ini diharapkan dapat terus berkembang, dikenal lebih luas, serta menjadi inspirasi bagi generasi muda desa agar tidak ragu menggali dan mengembangkan potensi diri, sekaligus mencintai dan melestarikan warisan budaya leluhur.



